Rabu, 15 Agustus 2012

Pembentukan karakter melalui pembelajaran pesantren


 
Sosok beliau tak asing lagi bagi para penikmat nasihat,karna memang sosok yang santun dan anggun membuat beliau menjabat sebagai ketua MUI cabang Sul-Sel,sekaligus menjadi pimpinan pondok pesantren Nahdlatul Ulum http://nahdlatululum.com/,pesantren inilah yang ikut ambil bagian dan memberikan pengaruh besar untuk menciptakan karakter bangsa dengan menghasilkan seseorang yang ulama yang intelek dan intelek yang ulama.

Pondok Pesantren adalah salah satu sarana untuk menciptakan karakter (character building).Di sinilah seseorang akan memperoleh pendidikan watak, rohani, ilmu pengetahuan dan sosial,yang gunanya nanti membentuk karakter manusia.karena masalah utama sekarang adalah krisis moral yang berujung kepada perubahan karakter manusia.

Pendidikan karakter adalah sebuah proses yang tak berkesudahan yang sangat menentukan karakter bangsa pada masa kini dan masa datang, apakah suatu bangsa akan muncul sebagai bangsa pemenang, atau bangsa pecundang sangat tergantung pada kualitas pendidikan yang dapat membentuk karakter anak bangsa tersebut.
Dalam kamus umum bahasa Indonesia, karakter ialah tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang dengan ini bisa membedakan mahluk lain dengan makhluk yang lain. karakter satu bangsa sangat dipengaruhi oleh pendidikan agama yang menyeruluh dan semangat pantang menyerah. Persentuhan bangsa Eropa dengan Islam melalui Spanyol, Sisilia dan Perang salib pada abad ke 11M telah membentuk karakter bangsa Eropa menjadi bangsa pembelajar sehingga mampu menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan karya sarjana muslim di abad pertengahan, yang bermuara pada penguasaan mereka yang tinggi terhadap iptek hingga saat ini.kultur dasar suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh pemahaman bangsa tersebut terhadap agama dan tradisi yang memengaruhi gaya hidup, dan pandangan hidup bangsa tersebut.

Seorang pakar pendidikan dari negeri ini, Engku M. Syafe’i, melalui buku yang berjudul; “Dasar-dasar Pendidikan yang ditulis beliau pada 31 Oktober 1968, (dikutip sesuai tulisan aslinya), menyatakan;
Kalau disangka, bahwa timbulnya Perguruan Nasional Ruang Pendidik INS Kayutanam adalah akibat meniru-meniru perguruan di Barat dan Amerika, maka hal itu tidak seluruhnya benar. Yang menjadi pemimpin utama dalam hal ini adalah: terutama sekali ciptaan (fitrah) Tuhan, yakni alam Indonesia jauh dan dekat. Dengan mengakui adanya Tuhan, sudah jelas kita mengakui akan ciptaan Tuhan.

Pesantren di Indonesia yang mampu memberikan pendidikan umum dan pesantren secara bersamaan atau terpadu (Boarding school). Sehingga lulusan yang dihasilkan nantinya mempunyai kemampuan intelektual yang unggul dan pemahaman agama Islam yang luas.sistem pesantren terpadu mengharuskan anak untuk tinggal di asrama. Para santri akan mendapatkan pendidikan dan bimbingan selama 24 jam di pesantren oleh tenaga pengajar yang berkualitas.

Hasilnya, para santrinya mampu berprestasi di ajang perlombaan akademis baik nasional maupun internasional. Prestasi tersebut mengharumkan nama bangsa dan lembaga pesantren.
Dan apabila kita cermati bersama bahwa pendidikan pesantren lah yang dapat berperan penting dalam menciptakan karakter seseorang,dimana dipesantren seseorang harus di ajarkan kedisplinan,yang aplikasinya dalam kehidupan sangat urgent,tak kalah pentingnya juga lembaga pesantren juga yang bisa menciptakan karakter yang mandiri,dan penuh tanggung jawab. karena pesantren yang bisa menjawab tantangan zaman sekarang.
 
Fahmi Syam Hafid_ Ketua Departemen Pengembangan Organisasi Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) periode 2011-2012
Fahmi Syam Hafid_Sekjen Persatuan Pelajar Sulawesi Selatan se-Malaysia (PPSS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar