Sosok beliau tak asing lagi bagi para penikmat nasihat,karna memang
sosok yang santun dan anggun membuat beliau menjabat sebagai ketua MUI cabang
Sul-Sel,sekaligus menjadi pimpinan pondok pesantren Nahdlatul Ulum http://nahdlatululum.com/,pesantren inilah
yang ikut ambil bagian dan memberikan pengaruh besar untuk menciptakan karakter
bangsa dengan menghasilkan seseorang yang ulama yang intelek dan intelek yang
ulama.
Pondok Pesantren adalah salah satu sarana untuk menciptakan
karakter (character building).Di sinilah seseorang akan memperoleh pendidikan
watak, rohani, ilmu pengetahuan dan sosial,yang gunanya nanti membentuk
karakter manusia.karena masalah utama sekarang adalah krisis moral yang
berujung kepada perubahan karakter manusia.
Pendidikan karakter adalah sebuah proses yang tak berkesudahan yang
sangat menentukan karakter bangsa pada masa kini dan masa datang, apakah suatu
bangsa akan muncul sebagai bangsa pemenang, atau bangsa pecundang sangat
tergantung pada kualitas pendidikan yang dapat membentuk karakter anak bangsa
tersebut.
Dalam kamus umum bahasa Indonesia, karakter ialah tabiat, watak,
sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang dengan ini bisa membedakan
mahluk lain dengan makhluk yang lain. karakter satu bangsa sangat dipengaruhi
oleh pendidikan agama yang menyeruluh dan semangat pantang menyerah.
Persentuhan bangsa Eropa dengan Islam melalui Spanyol, Sisilia dan Perang salib
pada abad ke 11M telah membentuk karakter bangsa Eropa menjadi bangsa
pembelajar sehingga mampu menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan karya
sarjana muslim di abad pertengahan, yang bermuara pada penguasaan mereka yang
tinggi terhadap iptek hingga saat ini.kultur dasar suatu bangsa sangat
dipengaruhi oleh pemahaman bangsa tersebut terhadap agama dan tradisi yang
memengaruhi gaya hidup, dan pandangan hidup bangsa tersebut.
Seorang pakar pendidikan dari negeri ini, Engku M. Syafe’i, melalui buku yang berjudul; “Dasar-dasar Pendidikan yang ditulis beliau pada 31 Oktober 1968, (dikutip sesuai tulisan aslinya), menyatakan;
Seorang pakar pendidikan dari negeri ini, Engku M. Syafe’i, melalui buku yang berjudul; “Dasar-dasar Pendidikan yang ditulis beliau pada 31 Oktober 1968, (dikutip sesuai tulisan aslinya), menyatakan;
Kalau disangka, bahwa timbulnya Perguruan Nasional Ruang Pendidik
INS Kayutanam adalah akibat meniru-meniru perguruan di Barat dan Amerika, maka
hal itu tidak seluruhnya benar. Yang menjadi pemimpin utama dalam hal ini
adalah: terutama sekali ciptaan (fitrah) Tuhan, yakni alam Indonesia jauh dan
dekat. Dengan mengakui adanya Tuhan, sudah jelas kita mengakui akan ciptaan
Tuhan.
Pesantren di Indonesia yang mampu memberikan pendidikan umum dan
pesantren secara bersamaan atau terpadu (Boarding school). Sehingga
lulusan yang dihasilkan nantinya mempunyai kemampuan intelektual yang unggul
dan pemahaman agama Islam yang luas.sistem pesantren terpadu mengharuskan anak
untuk tinggal di asrama. Para santri akan mendapatkan pendidikan dan bimbingan
selama 24 jam di pesantren oleh tenaga pengajar yang berkualitas.
Hasilnya, para santrinya mampu berprestasi di ajang perlombaan
akademis baik nasional maupun internasional. Prestasi tersebut mengharumkan
nama bangsa dan lembaga pesantren.
Dan apabila kita cermati bersama bahwa pendidikan pesantren lah
yang dapat berperan penting dalam menciptakan karakter seseorang,dimana
dipesantren seseorang harus di ajarkan kedisplinan,yang aplikasinya dalam
kehidupan sangat urgent,tak kalah pentingnya juga lembaga pesantren juga yang
bisa menciptakan karakter yang mandiri,dan penuh tanggung jawab. karena
pesantren yang bisa menjawab tantangan zaman sekarang.

Fahmi Syam Hafid_ Ketua Departemen Pengembangan Organisasi
Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) periode 2011-2012
Fahmi Syam Hafid_Sekjen Persatuan Pelajar Sulawesi Selatan
se-Malaysia (PPSS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar