Jumat, 15 Februari 2013

Pendidikan Milikmu atau Milikku ?


KUALA LUMPUR-Badai pasti berlalu merupakan kata peri bahasa yang tak asing lagi terdengar oleh telinga-telinga para pemilik masalah di dunia ini, sama halnya juga dengan teman saya yang satu ini sebut aja namanya Tegar Kusuma, kata ini merupakan salah satu kata penyemangat yang paling favorit di sebutkan oleh pria bertubuh tinggi dan putih ini. karena secara tidak langsung untuk dengan sosok seperti ini seolah ingin mengabarkan kepada dunia bahwa dia tidak akan tunduk pada kenyataan yang ada atau terhadap masalah yang menimpa.

Dan tulisan saya kali ini merupakan tulisan ‘special edition ‘yang memang saya mau tujukan  khusus sebagai bentuk kekaguman saya terhadap dia dalam menghilangkan rasa galau,gundah, resa, gelisah mengenai kerasnya hidup sebagai mahasiswa rantau di luar negeri (baca:Malaysia). sosok dewasa yang di miliki tegar ini bisa menyihir saya untuk menjadikan sosoknya layak menjadi kisah inspiratif saya kali ini.

Tegar merupakan sosok yang berasal dari keluarga yang sederhana dan serba sederhana dalam kehidupannya, kesehariannya di mulai dari salah satu pulau terpencil di Kalimantan, tegar ini telah menjadi anak yatim setelah di tinggali ayahnya ke rahmatullah pada usia sekitar 12 tahun masa anak-anak tegar. Dan semenjak itulah tumpuhan biaya keluarga dan makan berada di atas pundak sang ibu yang hanya berprofesi sebagai guru SD. Singkat cerita dengan kepintaran dan sifat rajinnya membuatnya terus dapat  menunjang pendidikan sampai sekarang ini bersama dengan saya di salah satu universitas ternama di Malaysia.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pendidikan itu merupakan hal paling essential didalam kehidupan ini, hidup di dunia ini tanpa pendidikan itu ibarat mayat hidup, hidup tapi kegunaannya tidak ada sama sekali yang bisa bermanfaat bagi orang lain bahkan untuk dirinya sendiri. Dan seperti yang kita ketahui juga bersama bahwa pendidian itu milik bersama, tidak melihat seberapa isi dompetmu, tidak melihat seberapa besar kesuksesan bisnismu, tapi pendidikan ini milik bersama baik kaya mau miskin, baik yang berdompet maupun yang memiliki saku rata alias tangan kosong.

TAPI yang penting harus tekankan disini semua kata-kata yang tadi saya sebutkan di atas hanya sebuah kata-kata mutiara yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan yang terjadi, seperti apa yang di alami sahabat saya ini tegar, pengalaman seperti inilah yang saat ini di alami oleh tegar ketika harus di hadapkan dengan betapa kerasnya dan susahnya untuk menjadi seorang yang cerdas dan pintar.tapi tidak didukung oleh kecerdasan dalam hal materi dan dana, Padahal hasilnya juga untuk kemajuan bangsa tercinta.

Bangga sudah pasti tertanam di dalam hati ketika universitas ternama saya dan tegar ini berhasil lolos seleksi masuk kampus dengan mudahnya, dengan sistem yang di gunakan merupakan sistem yang memang bertaraf international, semua serba instant, semua serba teknologi, semua serba mudah dan memudahkan, TETAPI di balik kemudahan, kenyamanan itu terdapat sebuah ‘’batu besar’’yaitu bayaran kuliah yang sangat tinggi dan besar, yang cukup membuat konsentrasi belajar tegar ini terganggu.

Dan kalau melihat fakta dan realita yang terjadi di dunia dewasa sekarang dan di Indonesia khususnya,banyak kita temui begitu banyaknya anak-anak, pemuda-pemuda yang harus berhenti sekolah dan Kuliahnya hanya di karenakan oleh pembayaran duit kuliah yang begitu tinggi.
Dan di tengah sunyi malam dan dinginya malam Malaysia inilah waktunya tegar datang dan merenungi nasib, mencoba untuk berbagi cobaan ini, menyempatkan untuk sedikit meluangkan perasaan yang ada sekarang, proses perkuliahan sedkit terganggu di akibatnya besarnya beban kuliah yang harus tegar tanggung. Dan harapan bahwa semoga jalan itu ada.

Terkadang terlintas di fikiran tegar, dan malam itu di tanyakan ke saya, kenapa kebanyakan orang yang dalam kesehariaan tidak memiliki minat sama sekali untuk belajar dan meningkat taraf keilmuannya,tapi di lengkapi dengan kesempurnaan hidup ?

Mereka tak mungkin memikirkan biaya kuliah seperti apa yang sekarang, detik ini,dan malam ini Tegar fikirkan. Karena semua telah terjamin dan hanya dengan hitungan detik jutaan duit langsung tertransfer ketika meminta, dan berapun jumlah yang di minta semua pasti akan terpenuhi dan tersedia.
Dan Sangat jauh berbeda dengan sebahagian orang termasuk sosok pintar tegar ini juga di dalamnya, kesungguhan untuk terus belajar, keseriusan untuk terus meninggkatkan keilmuaan harus terganggu dengan harus memikirkan hal yang seperti ini.

Tegar berkata: Ya ALLAH WHY ME ??? WHY ME ? WHY NOT HIM ?? WHY NOT THEM ??
And sometimes it seem like this world’s closing in on me and there’s no way of breaking free. And sometimes I wanna give up.

Dan satu yang membuat saya terkagum-kagum dengan sifat tegar ini dalam menyikapi masalah yang ada, yang selalu tegar yakinkan dalam hatinya bahwa Allah masih sayang sama saya(tegar), Allah sangat sayang sama mereka yang memiliki banyaknya masalah, bahwa Allah sangat mencintai mereka yang pusing memikirkan masalah dan beban hidupnya. Karena Masalah dan beban ini akan semakin membuat kita semakin dekat dengan maha pencipta  Masalah, bahkan Allah sekaligus akan memberikan solusi dan menyelesaiaan masalah itu. Intinya Allah sayang sama saya (tegar), Allah mau saya untuk terus dekat dan berdoa kepada_NYA.

Ketegarannya memang sangat patut untuk di jadikan sebuah contoh atau jalan kita untuk bisa kembali menginstopeksi diri ini menjadi lebih baik, dan saya pikir bahwa tegar ini sangat sesuai dengan sikap ketegarannya. Luar biasa.

Dan yakinlah bahwa semua masalah itu pasti ada jalan dan solusi yang terbaik Dan Allah itu tau yang terbaik untuk hamba_NYA. Tetap semangat dan pantang untuk menyerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar